Sabtu, 14 Desember 2013

Pengalaman Liburan Semester Ganjil


Pengalaman Liburan Semester Ganjil

            Sebenarnya tidak ada sesuatu yang special di liburan kemarin. Liburan kemarin sebenarnya sudah direncanakan untuk pergi liburan ke Wonogiri. Sudah bikin rencana bersama teman-temanku di Wonogiri,dari jauh-jauh hari sebelum liburan Semester Ganjil dimulai. Banyak janji yang sudah aku buat bersama sahabat dan teman disana. Tapi, malangnya liburan di Wonogiri gagal,apa yang telah aku bayangkan hilang, karena saat liburan itu aku harus merawat adikku yang bernama sandra yang sakit amandel. Awalnya aku kecewa dan marah karena liburanku yang sangat aku inginkan sejak sebelum UAS gagal.
            Hari pertama liburan, aku hanya pergi  ke Kimia Farma untuk menemani sandra ke dokter. Aku ke Kimia Farma ditemani oleh Nenek dan Pakde, pertama aku ke Kimia farma hanya untuk periksa ke dokter,apakah amandel sandra memang harus dioperasi atau tidak. Awalnya aku dan keluarga sudah antre di dokter bedah selama 2 jam, tapi ternyata bukan di dokter bedah melainlan ke THT. Di THT kita dapat nomer antrean 26,lama sekali aku menunggu.
Sampai akhirnya dokter meminta agar dilakukan operasi, tapi sebelum itu sandra harus cek darah ke laboratorium untuk memastikan kesehatannya. Ternyata laboratorium di Kimia Farma sudah tutup,dan kamipun ke Prodia. Ketika di prodia sandra diambil darahnya,cukup banyak dan akupun tidak tega melihatnya. Saat sandra di suruh ke kamar mandi untuk tes urine, dia pucat pasi karena belum makan tapi darahnya diambil banyak dan hasil laboratorium diambil tanggal 26 Desember karena tanggal 25 Desember tanggal merah.
            Tanggal 26 kami mengambil hasil cek kesehatan di Laboratorium lalu kami bawa ke Kimia Farma.  Dokter berkata bahwa sandra dioperasi di Kimia Farma yang terletak di Juanda, tepatnya oleh dokter THT (telinga,hidung,tenggorokan) pada Minggu,30 Desember 2012 pukul 05.00 WIB dan sandra harus puasa dari pukul 21.00 WIB hari sabtu sampai selesai operasi. Aku berangkat ke kimia farma saat sandra operasi bersama dengan Papa,Nenek,Pakde dan tentu bersama Sandra.
 Saat Sandra dioperasi di kimia farma, dia tidak dibius total,melainkan hanya dibius lokal. Artinya sandra merasakan dan mengetahui apa yang sedang dilakukan oleh dokter,tangisan serta rintihan terdengar dari ruangan dokter THT. Aku dan keluarga tidak tahan mendengar rintihan dan tangisannya. Setelah lebih dari 1 jam,operasinya oun selesai.   Jadi, setelah dioperasi Sandra dirawat di rumah, dan akulah yang merawat dia. Sejak itu aku                      akan hal itu. Papa tidak dapat merawat sandra karena  berangkat kerja pukul 09.00 WIB dan pulang pukul 21.00 WIB, sehingga kalau bukan aku,siapa lagi yang merawat Sandra. Kalau aja Mama masih ada,pasti beliau yang merawat Sandra dengan penuh kasih sayang. Tapi yang namanya kehendak ALLAH kan tidak ada satupun makhluk yang tau.
            Saat merawat Sandra aku hanya dikamar menemani dia, kalaupun aku keluar rumah itu hanya untuk membeli bubur ayam dan makanan lain yang lembut karena sandra belum boleh memakan makanan yang kasar. Sandra hanya boleh makan bubur,juice,agar-agar,ice cream dan makanan lain yang lembut dan semuanya dalam keadaan dingin. Hal yang menguntungkan adalah saat itu sandra dianjurkan makan ice cream karena dapat mempercepat penyembuhan,tapi sandra berkata bahwa saat dipake makan ice cream tenggorokannya terasa perih, jadi akulah yang memakan ice cream dia. Sandra selama 3 hari setelah operasi,dia tidak dapat berbicara karena mulutnya tidak bisa dibuka terlalu  lebar. Jadi dengan tulisan dii kertas dan smslah yang menjadi media komunikasi sandra selama 3 hari itu.
            Sebenarnya ingin sekali aku pergi main,tapi Sandra tidak mau ditinggal dan aku pasti kena marah papa jika aku pergi main. Jujur saja sebenarnya aku menjalani awal-awal liburan dirumah dengan berat hati, karena sangat menjenuhkan. Tapi akhirnya aku sadar,bahwa pilihanku untuk tetap di Bogor itu merupakan pilihan yang tepat. Melihat Sandra setiap hari nangis kesakitan apalagi jika tengah malam, dia pasti bangun karena kesakitan. Sehingga aku dan Papa kalau malam jarang tidur.
            Setelah seminggu melewati hari-hari yang menyebalkan, ternyata seminggu selanjutnya juga menjenuhkan, pagi hari setelah bangun tidur,sholat subuh dan mandi,aku disuruh papa beli bubur buat sandra,setiap pagi itulah kegiatanku. Seusai beli bubur,barulah aku makan dan bersih-bersih rumah dan kamar. Jadi sebelum jam 09.00 WIB semua tugasku membersihkan rumah sudah beres, dan aku hanya duduk liat tv di kamar sambil menunggu sandra. Makan siang pun aku harus bergantian dengan nenek untuk menjaga sandra. Saat aku sedang makan beliau yang menemani sandra di kamar.
 Sampai akhirnya pada hari terakhir liburan semester ganjil yaitu hari Minggu, aku dan Sandra bisa main ke BTM (Bogor Trade Mall) karena Nenek punya  FoodCourt  di sana yaitu Gudeg Solo,sehingga aku bisa dan boleh main kesana, dan Papa yang bertanggung jawab di Gudeg Solo cabang BTM, sehingga aku dan Sandra pasti diizinin ke BTM.
 Aku berangkat ke BTM pukul 08.30 WIB, dan sampai di BTM sekitar pukul 09.00 WIB dan saat itu pintu di BTM belum dibuka, sehingga aku,Papa dan Sandra lewat lift barang. Dan hal yang menyebalkan,yaitu saat di lift barang sempat mati lampu, tapi untunglah hanya sebentar tidak sampai 5 menit. Setelah sampai di lantai 3 BTM, lalu aku ikut bantuin nyapu dan ngepel di dapur foodcourt Gudeg Solo dan setelah selesai bersih-bersih aku makan. Tidak lupa aku beli ice crem di Mc’Donals karena ice cream disitu adalah favoriteku.
Sambil nunggu jam 11 akupun mainan laptop, buat edit foto menggunakan aplikasi Meitu Xiu-Xiu. Karena pukul 11.00 WIB My Salon baru buka. Aku ke My Salon untuk merapikan rambut,karena hari Senin sudah masuk sekolah seperti biasa dan sebagai anak sekolah, aku harus rapi.
Sejujurnya aku malas ke My Salon,tapi karena Papa yang minta,jadi aku patuh aja. Pukul 11.00 pun tiba, aku dan Sandra ke My Salon. Di My Salon ternyata Papa meminta Stylishnya untuk mensmoothing rambutku. Dan sandra meminta pendapatku,untuk model rambut barunya,dan aku mengusulkan untuk di bentuk SegiLawyer. Saat sedang di Salon, temanku dari kelas 10 ak 7 dan 10 ak 6 yaitu Diah Ayu dan Neng Yuli sms, untuk ngajakin nonton di 21. Diah Ayu Saputri itu juga berasal dari Wonogiri,walaupun rumahnya cukup jauh dari Wonogiri Kota. Aku selasai merapikan rambut pukul 14.00 WIB, karena antreannya banyak banget,jadi lama.
Setelah bertemu dengan Ayu dan Eneng, kita berangkat ke bioskop. Sebelum ke bioskop,kita makan dulu ke Steak Moen-Moen yang harganya terjangkau. Saat nyampe di tempat antrean tiket aku sedikit kecewa karena yang tayang mendekati waktu itu hanya Potong bebek Angsa dan Cinta tapi Beda.  Sebenarnya kita ingin nonton Habibie dan Ainun / 5 cm, tapi karena Habibie dan Ainun / 5cm tayang pukul 17.00, dan sudah pasti kita tidak mau pulang malem karena takut dimarahin orangtua. Jadilahh kita nonton Potong Bebek Angsa,dan ternyata filmnya lucu dan kocak. Pemain di film itu ada Ricky Harun,Super Senior dll. Di film itu dikisahkan 2 orang sahabat dan adiknya yang salah datang ke pesta, tujuannya datang ke Pesta Ulang Tahun,tapi nyasar ke pesta sekelompok Mafia Kejahatan.  Walaupun awalnya kecewa karena tidak bisa menonton 5 cm,tapi setelah menonton perasaanku jadi tidak sekecewa tadi.

Filmnya pun selesai,Ayu dan Eneng pulang duluan karena sudah ditelfon orangtuanya. Aku dan Sandra memutuskan untuk jalan-jalan sebentar, sampai di lantai bawah aku melihat poster uji nyali/rumah hantu. Sebenarnya aku mau melihatnnya tapi ketika nyampe di depan rumah hantu itu dan sebelum membeli tiket, aku mendengar orang yang melihat rumah itu teriak-teriak histeris bahkan kata orang-oriang ada juga yang pingsan. Jadi aku membatalkan niatku untuk melihat rumah hantu itu.
Kitapun kembali ke lantai 3 dan meminta izin papa untuk pulang. Pukul 18.30 aku dan Sandra sampai dirumah, lalu mandi dan mempersiapkan perlengkapan sekolah buat besok. Tanggal 7 Desember pukul 06.00 WIB aku berangkat sekolah, mengingat jarak rumahku dan sekolah cukup jauh yaiotu dari Kebon Pedes ke Salabenda,apalagi jalannya rawan sekali macet.
Aku fikir awal pertama masuk tidak KBM tapi ternyata KBM seperti biasa dan saat istirahat aku dan kelompok bazarku menghitung penghasilan bazar yang sejumlah Rp 368.000,00 dan masing masing orang ,mendapatkan 46,000 karena terdapat 8 orang. Kita memutuskan menggunakan uang itu untuk nonton 5 cm sepulang sekolah. Tetapi Camelia,Nia Nurniati dan Risky amel tidak dapat ikut. Jadi hanya berlima, Aku,Dewi Shinta,Vina,Nuraini dan Syawalia. Setibanya di BTM kami beli tiket dan 10 menit kemudian kami masuk ke dalam studio 2. Dan ternyata filmnya memang benar-benar seru sekali.
Banyak motivasi dan kata-kata yang aku ambil sebagai hikmah di film itu yaitu “Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kening kamu. Dan… sehabis itu yang kamu perlu…cuma…Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak berbuat dari biasanya, mata yang akan menatap lebih banyak dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas. Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja. Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya Serta mulut yang akan selalu berdoa. Taruh mimpi-mimpi kamu, cita-cita kamu, keyakinan kamu, apa yg kamu mau kejar. Kamu taruh di sini jangan menempel di kening. Biarkan dia menggantung mengambang 5 centimeter di depan kening kamu Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu. Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa.”
Entah mengapa setelah melihat film 5 cm seperti ada sesuatu yang memberiku semangat akan kepercayaan kepada  mimpi-mimpiku yang mulai padam. Tidak menyesal kalau nonton 5 cm,karena memang ceritanya mendidik sekali. Banyak pesan moral yang kita dapat dari film itu. Setelah selesai nonton aku dan teman-temanku pulang, tapi kita pulang sendiri-sendiri karena arah rumahnya beda-beda. Aku pulang naik angkot 10 turun di Mawar. Lalu naik 07 yang jurusan jambu dua dan turun di Polsek Bogor. Saat menunggu angkot 07a itu lama sekali,karena penuh-penuh terus. Lebih dari 30 menit aku menunggu dan akhirnya da juga yang tidak penuh. Aku sampai rumah kurang lebih setengah 6. 

Itulah pengalamanku di Liburan Semester Ganjil, tidak menyenangkan bukan? Tapi aku cukup menikmatinya, liburan kenaikan kelas nanti aku harus bisa Liburan di Wonogiri karena aku ingin sekali bertemu Nenek,Adik aku yang ke 2,seseorang yang special,sahabat-sahabatku dan juga teman-temanku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar